Sekilas Kebun Percobaan Pasir Kuda IPB University, saksi bisu lahirnya penelitian berkualitas: Okezone Edukasi

JAKARTA – Kunjungi kebun percobaan di kawasan Pasir Kuda, Bogor. Pada tahun 1987 Universitas IPB mengakuisisi tanah seluas 1,8 hektar di kawasan Pasir Kuda, Bogor dari pemerintah Indonesia.

IPB University menerima sertifikat Hak Pakai no. 10/Pasirkuda atas nama Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Pengelolaan lahan ini dipercayakan kepada Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB University. Setiap tahunnya, kurang lebih 8-10 penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Pasir Kuda. “Mulai dari penelitian manggis, jambu biji, cabai, sayuran, jagung, tanaman hias hingga umbi-umbian,” kata Baesuni selaku pengelola kebun, seperti dilansir dari situs resmi IPB, Jakarta, Jumat (20/10/2023). .

Hal itu disampaikannya kepada tim Biro Hukum dan Direktorat Jenderal dan Sarana Prasarana IPB University saat berkunjung ke Kebun Percobaan Pasir Kuda di Bogor.

Pria yang bergabung di IPB University sejak tahun 2003 ini mengatakan, penelitian tersebut dilakukan oleh mahasiswa tingkat sarjana, pascasarjana, dan doktoral. Lima penelitian sedang dilakukan pada jagung, cabai dan lain-lain.

“Kalau ada penelitian yang dilakukan dosen atau mahasiswa, saya bantu merapikan tempat tidur atau kegiatan lainnya. “Misalnya seorang peneliti membutuhkan buah manggis atau buah lainnya untuk penelitian, saya bantu mencarikannya di kebun atau di petani mitra IPB University,” imbuhnya.

Ikuti berita Okezone berita Google


Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan Hukum Biro Hukum IPB University Waluya Suprihartono mengatakan kunjungan lapangan tersebut dalam rangka pemberian informasi publik guna mendorong keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.

Menurutnya, IPB University berhak memanfaatkan fisik tanah seluas 18.580 meter persegi dengan sertifikat hak pakai. Tanah ini berbatasan langsung dengan desa sekitar.

“Setiap batas areal tanah milik IPB University dan masyarakat dipisahkan dengan pagar tanaman, pagar dari GRC dan jalan raya. Namun ke depan sebaiknya dibuat pagar permanen atau pagar beton agar tidak terjadi perubahan batas lahan milik IPB University, ujarnya.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *