Rupiah Bersaing Kuat Melawan Dolar AS, Kini di $15.699: Okezone Economy

JAKARTA – nilai tukar (nilai tukar) rupee Siang ini ditutup flat setelah sebelumnya menguat 15 poin menjadi Rp15.699 dari Rp15.738.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS terpengaruh oleh pertemuan terakhir The Fed, yang menunjukkan sebagian besar pengambil kebijakan bank sentral sepakat bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut akan tepat karena tren inflasi masih jauh di atas target.

BACA JUGA:

Meski demikian, risalah tersebut juga menunjukkan ketidakpastian perekonomian sebagai sesuatu yang mendukung perlunya mengambil langkah hati-hati dalam menentukan sejauh mana pengetatan kebijakan tambahan yang mungkin tepat, tulis Ibrahim dalam risetnya, Kamis (12/10/2023). .

Imbal hasil Treasury melonjak dalam beberapa minggu setelah pertemuan bulan September, yang oleh banyak pejabat Fed disebut sebagai faktor dalam mengakhiri siklus kenaikan suku bunga dengan mengorbankan mata uang AS.

BACA JUGA:

Penurunan dibatasi pada hari Kamis setelah data inflasi produsen AS lebih kuat dari perkiraan pada bulan September, menciptakan ketegangan menjelang data harga konsumen di sesi ini.

Ikuti berita Okezone berita Google


Analis memperkirakan nilai keseluruhan akan meningkat 3,6% dari tahun lalu dan 0,3% untuk bulan ini, sedangkan CPI inti, yang tidak termasuk harga pangan dan bahan bakar, diperkirakan akan meningkat 4,1% dari tahun sebelumnya dan sebesar 0,3% pada bulan Agustus.

Selain itu, perekonomian Inggris tumbuh sebesar 0,2% pada bulan Agustus, menurut data yang dirilis pada Kamis pagi, sebagian pulih dari kontraksi tajam sebesar 0,6% pada bulan Juli. Pertumbuhan ini mengurangi kemungkinan resesi pada bulan Juli hingga September, dengan ONS mengatakan perekonomian perlu tumbuh sebesar 0,2% pada bulan September untuk menghindari kontraksi pada kuartal ketiga.

Dari sisi sentimen internal, Bank Dunia menilai Indonesia harus terus menjaga stabilitas makroekonomi agar tetap menarik bagi investor yang cenderung menunggu dan menunggu menjelang pemilihan umum dan presiden pada tahun 2024.

“Tugas Indonesia saat ini adalah fokus menjaga stabilitas kebijakan makroekonomi, baik fiskal maupun moneter. Saat ini tidak perlu mendukung ekspansi siklis karena perekonomian sudah tumbuh sebesar 5 persen, sehingga fokus kebijakan makroekonomi tetap dilanjutkan. untuk menjaga stabilitas,” kata Ibrahim. .

Saat ini pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) berhasil menjaga inflasi pada level terkendali, seiring dengan suku bunga acuan yang dipertahankan pada level 5,75 persen mulai Januari 2023.

Menurutnya, kunci untuk menarik investor dalam situasi ini adalah Indonesia harus terus melakukan reformasi struktural.

Misalnya saja UU Komprehensif UU Cipta Kerja yang meningkatkan fleksibilitas pasar tenaga kerja, hingga UU Komprehensif Sektor Keuangan yang bertujuan mendorong stabilitas serta akses dan inklusi di sektor keuangan, salah satunya adalah tindakan. tentang harmonisasi peraturan perpajakan (UU HPP).

Reformasi struktural yang penting untuk memperdalam kapasitas sisi penawaran bukanlah mengenai pertumbuhan siklis, namun mengenai pertumbuhan struktural.

Selain itu, pemerintah masih optimistis dapat menyerap investasi hingga target Rp 1,4 triliun pada tahun 2023.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi sepanjang semester I/2023 mencapai Rp678,7 triliun atau 48,5 persen dari target.

Berdasarkan data di atas, rupiah yang hari ini stagnan hingga perdagangan esok hari diperkirakan akan berfluktuasi lalu ditutup melemah pada kisaran Rp 15.670-15.750.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *