RPA Perindo mengawal kasus penganiayaan mobil SPG dan berharap pelakunya dihukum setimpal: Okezone News

JAKARTA – Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perinda mendampingi persidangan kasus pencurian dan penganiayaan terhadap seorang gadis untuk promosi penjualan dealer mobil (SPG) di Cibubur, Bekasi, RPA Perindo berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal.




Pada dasarnya relawan memberikan bantuan dalam kasus ini dengan harapan pelakunya mendapat hukuman yang maksimal, kata Ketua Umum RPA Perindo Jeannie Latumahina dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Senin. 11 Juni 2023).

Legislator Partai Perindo DPR RI Daerah Pemilihan 6 Jawa Timur mengungkapkan, korban saat ini mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut. Guna memulihkan perasaan traumatis para korban, RPA Perindo juga menggandeng Badan Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Iya, segala upaya sudah dilakukan RPA Perindo. Kami bekerja sama dengan LPSK dan juga lembaga negara terkait karena komitmen kami jenazah korban harus dipulihkan secara fisik karena mendapat tekanan yang sangat kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bagian Hukum DPP RPA Perindo Amriadi Pasaribu mengungkapkan, agenda persidangan adalah memeriksa korban. Namun majelis hakim menunda sidang karena korban tidak bisa menghadiri sidang.

Amriadi mengungkapkan, alasan kliennya tidak bisa hadir dalam persidangan kali ini karena korban sedang menjalani proses trauma healing di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Pihaknya berjanji akan menghadirkan korban dalam persidangan yang digelar pekan depan, Senin (13/11).

“Program hari ini korban harus hadir sesuai jadwal hari ini, namun karena masih trauma, juga dalam rangka kesiapan untuk menjelaskannya di ruang sidang, nanti pelakunya akan dihadirkan. Senin sebelumnya,” dia berkata.

Ikuti berita Okezone berita Google


Namun, dia menyampaikan kepada majelis hakim pada persidangan pekan depan bahwa pemeriksaan korban akan dilakukan secara tertutup. Sebab, korban masih trauma jika harus duduk satu ruangan dengan pelaku.

“Jadi upaya kami tadi sudah kami sampaikan, kami minta majelis hakim melakukan sidang untuk memeriksa korban secara tertutup. Kemudian kami sampaikan kepada pelaku untuk tidak menemui langsung, kami sampaikan kepada majelis hakim.” ” dia berkata.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *