Relawan Persahabatan dengan Tokoh Adat di Magelang: Laporan dari Okezone

MAGELANG – Sukarelawan Ganjar PranowoDinasti Kepulauan Jawa Tengah melanjutkan agenda silaturahmi dengan sejumlah pemangku adat, tokoh masyarakat, dan tokoh budaya di Omah Mbudur, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.




Pertemuan ini juga menjadi wadah dan diskusi antar tokoh untuk mengemukakan gagasan dan upaya memperkuat eksistensi tradisi budaya Indonesia, serta visi dan misi Ganjara-Mahfud sebagai presiden serta komitmennya terhadap adat dan budaya di Indonesia.

Koordinator Wilayah Dinasti Nusantara Jawa Tengah KPH Metarum Hanyokrowati mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan tokoh budayawan di seluruh wilayah Indonesia.

“Ini merupakan dorongan yang tepat bagi kebangkitan para tokoh budayawan bahwa saat ini kita membutuhkan pemimpin-pemimpin yang peduli terhadap keadaan kebudayaan yang hampir terdegradasi, sehingga kita bangkitkan kembali melalui Dinasti Nusantara,” kata KPH Metarum, Senin (11/6/2021). 2023).

Ia berharap ke depan jika Ganjar terpilih menjadi presiden, ia mampu menempatkan adat dan budaya pada posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Sebab menurutnya Indonesia merdeka tidak lepas dari peran nenek moyang dan kerajaan yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

“Kami berharap Pak Ganjar dapat memasukkan adat istiadat dan budaya sebagai pilar berdirinya NKRI karena kerajaan inilah yang secara historis mendirikan NKRI yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka,” lanjut KPH Metarum.

Ia bersedia mendukung Ganjara-Mahfud karena yakin kedua pasangan ini bisa meletakkan fondasi dan memberikan porsi terbaik bagi masyarakat adat dan tokoh budaya di Indonesia.

Makanya kami ingin mengangkat beliau menjadi presiden, karena beliau termasuk salah satu tokoh yang hadir dan mau memberikan perhatian kepada masyarakat adat dan tokoh budaya, tutupnya.

Senada dengan KPH Metarum, Tokoh Masyarakat dan Pendiri Omah Mbudur Ki Hajar Singo Dikoro mengimbau Ganjara-Mahfud mampu menjadi presiden dan wakil yang selalu menanamkan nilai-nilai sejarah nenek moyang dan jati diri yang memberi. lahirnya bangsa saat ini.

Menurutnya, ada tiga prinsip yang akan menghancurkan suatu bangsa, yakni tercabutnya nilai-nilai budaya nenek moyang, teralienasinya generasi penerus dari nilai-nilai moral, dan terakhir hancurnya penilaian nenek moyang.

“Tentu kami tidak ingin hal itu terjadi, maka kami berharap Pak Ganjar memastikan tradisi budaya tersebut tetap ada,” kata Ki Hajar.

“Titipkan pesan kepada Pak Ganjar agar ketika menjadi presiden jangan sampai melupakan akar budaya bangsa ini yang harus selalu dilestarikan sebagai nilai-nilai leluhur dan warisan budaya tutur bagi anak cucu kita,” pungkas Ki Hajar.

Ikuti berita Okezone berita Google


Koordinator Wilayah Dinasti Nusantara Jawa Tengah, KPH Metarum Hanyokrowati menyambut kedatangan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam acara Temu Dinasti Nusantara di Omah Mbudur, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Hari ini kami hadir dari berbagai unsur dan mewakili daerah masing-masing, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur salah satunya,” kata KPH Metarum.

Menurutnya, pertemuan ini merupakan momentum yang tepat bagi kebangkitan tokoh budaya. Saat ini kita membutuhkan pemimpin yang peduli terhadap keadaan kebudayaan yang hampir terdegradasi, untuk itu kita bangkitkan kembali melalui dinasti nusantara dengan mendorong dukungan Ganjara Pranow sebagai presiden. di kalangan pemimpin adat, keturunan raja, dan praktisi budaya.

“Kami mendukung Pak Ganjaro menjadi presiden agar beliau dapat meletakkan landasan dan memberikan porsi yang terbaik kepada sahabat adat dan tokoh budaya kita,” lanjutnya.

Lanjutnya, pemerintah saat ini belum maksimal dalam melibatkan peran masyarakat adat dan tokoh budaya dalam memperkuat ketahanan budaya di Indonesia.

“Selama ini pemerintah hanya memberikan porsi karnaval, memakai baju adat dan sejenisnya. Bukan seperti itu, kita perlu bersuara dalam demokrasi, kita berharap mendapatkan hak-hak yang terbaik karena negara ini lahir karena kerajaan yang bekerja keras membangun negara,” lanjutnya. .

Dengan dukungan Ganjar, KPH Metarum berharap Ganjar dapat menempatkan adat dan budaya sebagai pilar berdirinya NKRI, karena secara historis merekalah kerajaan-kerajaan yang turut berperan dalam berdirinya NKRI jauh sebelum Indonesia merdeka.

Makanya kami ingin mengangkat beliau menjadi presiden, karena beliau termasuk salah satu tokoh yang hadir dan mau memberikan perhatian kepada masyarakat adat dan tokoh budaya, tutupnya.

Selain bertemu dengan seluruh masyarakat, tokoh adat dan tokoh budaya menganugerahkan gelar Kekancingan Mangkualaman kepada sejumlah tokoh dan budayawan setempat, serta sebagai hiburan bagi masyarakat yang melakukan wayang kulit.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *