Pratama Arhan pantang menyerah meski minim menit bermain di Tokyo Verdy: Okezone Bola

JAKARTA – Pemain tim nasional (Timnas Indonesia, Pratama Arhan enggan meninggalkan Tokio Verdy meski baru bermain beberapa menit di klub kasta kedua Liga Jepang tersebut. Arhan mengaku masih ingin menimba pengalaman bermain di Jepang, sehingga ia akan berusaha agar masyarakat mempercayainya.

Diketahui, beberapa pemain Indonesia yang sudah menyelesaikan kariernya di luar negeri kerap tak betah dan kembali membela klub asalnya. Persaingan yang ketat, perbedaan gaya bermain, budaya, makanan dan bahasa seringkali menjadi permasalahan bagi pemain lokal yang merantau ke luar negeri.



Dalam kasus terdekat, dua rekan Arhan di Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, memutuskan pulang ke tanah air usai berkarier di Slovakia. Beberapa netizen pun menyarankan agar Arhan kembali ke Indonesia jika tak terus mendapat menit bermain di Tokyo Verdy.

Namun Arhan enggan melepaskan mimpinya begitu saja. Mantan pemain PSIS Semarang yang tak kunjung pulang kampung itu memutuskan bertahan di Jepang dan terus bekerja keras.

Pratama Arhan (kiri) bersama Rafael Struick (tengah) dan Elkan Baggott (Maulana Yusuf/MPI)

“Secara pribadi, saya ingin bermain lebih banyak di luar negeri, saya ingin merasakan pengalaman di sana, saat ini saya di Jepang, saya ingin belajar banyak di sana,” kata Arhan dalam wawancara dengan media termasuk MNC Portal Indonesia (MPI) di Fairmont. Hotel, Senayan, Jakarta, Senin (9 Oktober 2023).

Arhan pun menyebutkan faktor yang membuatnya kesulitan mendapatkan peluang. Ia tak memungkiri persaingan antar pemain di Tokyo Verdy sangat ketat.

Namun Arhan enggan mengkhawatirkannya. Sekarang yang harus dia lakukan adalah bekerja keras untuk menarik perhatian staf pelatih pada daftar tersebut.

Ikuti berita Okezone berita Google


“Iya memang ada persaingan (yang bikin sulit dapat menit bermain). Menurut saya pemain di sana (Tokyo Verdy) bagus sekali. Kita bertanding secara sehat, kita bertanding,” kata Arhan.

Jadi tergantung pelatih mau percaya sama kita, juga tergantung individunya, mau kerja keras atau tidak, mau main atau tidak, itu saja, jelasnya lagi.

Sejak direkrut dari PSIS Semarang pada Maret 2022, Arhan baru tiga kali tampil di Tokyo Verdy. Arhan mengungkapkan, kesulitan yang dialaminya saat ini masih lebih sedikit dibandingkan saat pertama kali mendarat di Negeri Sakura.

Pratama Arhan

“Perbedaan budaya, cuaca, kita hidup sendiri, perbedaan bahasa juga, itu yang menyebabkan kita kesulitan di sana, paling tidak satu atau dua bulan pertama (susah menurut saya), karena saya sendiri yang mengalaminya di sana,” tutupnya.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *