Pemerintah mensertifikasi lahan kelapa sawit untuk petani kecil di Riau: Okezone News

RIAU – Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau telah meluncurkan proyek percontohan pemetaan partisipatif petani kelapa sawit di Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru di Riau.




Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama antar kementerian Perencanaan Pertanian dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) untuk pemetaan partisipatif petani sawit rakyat untuk mendapatkan sertifikat hak kepemilikan lahan.

Kerjasama SPKS dengan Kementerian ATR/BPN dalam pilot project ini bertujuan untuk memetakan perkebunan kelapa sawit untuk legalitas penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM).

Kami berharap pilot project ini dapat mempercepat penguatan data sawit bagi pekebun rakyat, serta penerbitan legalitas lahan atau pemberian hak atas tanah kepada petani sawit atau perkebunan sawit.

Ketua SPKS Nasional Sabarudin mengatakan, pendataan kelapa sawit pekebun saat ini diperlukan mengingat belum tersedia database lengkap perkebunan kelapa sawit pekebun.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan partisipatif untuk mempercepat penyediaan data perkebunan dan petani sawit, ujarnya, Kamis (12/10/2023).

Dikatakannya, agenda ini bukanlah sesuatu yang baru namun sudah menjadi kebutuhan bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak yang diarahkan pada agenda rencana aksi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sebagai bagian dari apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah di provinsi dan kabupaten. tingkat.

Kakanwil BPN Provinsi Riau Asnawati menambahkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

Artinya, kita juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di dalam negeri, khususnya para petani sawit, ujarnya.

Menurutnya, produksi kelapa sawit Indonesia di Riau merupakan salah satu penyumbang kelapa sawit terbesar yaitu sebesar 21,47 persen. Artinya hampir seperempat produksi kelapa sawit Indonesia berasal dari Provinsi Riau, ujarnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, pemetaan partisipatif petani kelapa sawit di Provinsi Riau sangat penting. Pelaksanaan pekerjaan ini akan dijadikan acuan pengambilan kebijakan pelaksanaan kegiatan pendataan fisik pada tahun mendatang.

“Oleh karena itu, luaran yang ditargetkan dalam kegiatan ini adalah peta medan tanah,” dia berkata.

Ikuti berita Okezone berita Google


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Survei dan Pemetaan Kementerian ATR/BPN, Fitriani Hasibuan mengatakan, saat ini pihaknya sudah diminta untuk mendaftarkan tanah di seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini dimulai pada tahun 2018 dan dilakukan secara besar-besaran. “Dan pada akhirnya harapannya pada tahun 2025 seluruh daratan di negeri ini yang diperkirakan berjumlah 126 juta jiwa bisa terpetakan,” ujarnya.

“Dan salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah dengan melakukan pilot project pemetaan partisipatif perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dan seluruh pihak yang berkepentingan turut serta dalam mensukseskan program ini sehingga program ini dapat dikembangkan. “Saya berharap ini menjadi cikal bakal pemajuan pemetaan berbasis masyarakat,” tutupnya.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *