Nama Asli Kapitan Pattimura dan Kisah Perjuangannya Melawan Penjajah: National Okezone

JAKARTA – Nama aslinya Kapitan Pattimura akan dibahas selengkapnya pada artikel ini. Kapitan Pattimura adalah pahlawan nasional yang gigih melawan penjajah Belanda di Maluku dan pemerintah Indonesia mengabadikan wajah dan namanya pada uang kertas kuno Rp 1000.




Ia dilahirkan pada tanggal 8 Juni 1783 di Desa Haria, Saparua, Maluku. Nama ayahnya adalah Frans Matulessy dan nama ibunya adalah Fransina Silahoi.

Pattimura lahir sebagai anak seorang bangsawan keturunan Raja Sahulau, sebuah kerajaan yang terletak di Teluk Seram Selatan. Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Yohannes Matulessy.

Berdasarkan berbagai sumber, Selasa (31/10/23), Kapitan Pattimura sebenarnya bernama Thomas Matulessy, namun ada juga yang menyebut namanya Ahmad Lussy. Namun yang dikenal masyarakat Indonesia hingga saat ini masih Kapitan Pattimura.

Kisah perjuangan Kapitan Pattimura sebagai pahlawan bermula saat ia bergabung dengan Angkatan Darat Inggris. Semua bermula ketika Inggris mengambil alih Belanda pada tahun 1810. Saat itu, Inggris sedikit lebih longgar dalam memerintah rakyat.

Saat itu, pemerintah Inggris mengumumkan akan menjadikan pemuda Maluku menjadi satuan militer.

Kapten Pattimura pun mendaftar, karena berpikir dengan bergabung menjadi tentara ia dapat membantu melindungi masyarakat Maluku yang berada di wilayah Inggris dari Belanda. Alasannya, tentara akan ditempatkan di Ambon.

Sejak awal menjalani pelatihan, Kapitan Pattimura telah menunjukkan kemampuan, keterampilan dan kemampuan di atas rata-rata. Karena itu, karir militernya relatif cepat. Ia dengan cepat dipromosikan hingga akhirnya dipercaya menjadi pemimpin generasinya.

Selama karirnya, ia memperoleh pangkat sersan mayor. Karena dia bergabung dengan Angkatan Darat Inggris selama tujuh tahun.

Pada tahun 1816, Belanda kembali membuat Inggris bertekuk lutut. Hingga akhirnya mengangkat Kapitan Pattimura sebagai pemimpin masyarakat Maluku.

Ia mendapat julukan Kapitan Pattimura setelah menjadi panglima perang. Orang-orang kepercayaannya juga membantunya dalam mengembangkan strategi.

Kapitan Pattimura berhasil merebut benteng Duurstad dari Belanda, meski hanya bertahan tiga bulan dan terpaksa mundur.

Selain melakukan operasi perang saat menjabat, Kapitan Pattimura mengkoordinasikan raja dan gubernur untuk mengamankan sistem pemerintahan, memberikan pendidikan, pangan, dan membangun benteng pertahanan.

Selain itu Kapitan Pattimura berhasil menyatukan suara kerajaan Ternate dan Tidore, raja Bali, Sulawesi dan Jawa sehingga sepakat untuk berperang melawan Belanda. Meski pada akhirnya apa yang dilakukan Kapten Pattimura Hal ini digagalkan oleh Belanda dengan kebijakan gotong royongnya.

Ikuti berita Okezone berita Google


Kapitan Pattimura melarikan diri karena kekalahannya melawan Belanda namun tertangkap di Siri Sori. Ia kemudian dibawa bersama pasukannya ke Ambon untuk diadili oleh Belanda.

Di hadapan pengadilan, Kapitan Pattimura ditawari untuk bergabung dengan pemerintah Belanda, yang jelas ia selalu menolak tawaran tersebut.

Akhirnya pada tanggal 16 Desember 1817 Kapitan Pattimura dieksekusi mati di tiang gantungan di kota Ambon.

Lebih dari satu abad kemudian, tepatnya pada tahun 1973, pemerintah Indonesia mengukuhkan Kapitan Pattimura sebagai pahlawan nasional Republik Indonesia.

Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 87/TK. Gelar pahlawan nasional diberikan oleh pemerintah Indonesia sebagai penghargaan atas jasa-jasanya.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *