Kiprah Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur Dalam Program Bina Desa di Desa Galengdowo

Banyak dari mahasiswa Teknik Kimia UPN “Veteran” Jawa Timur akan terlibat dalam program Bina Desa yang digagas oleh Kemendikbud, dengan fokus pada Desa Galengdowo di Kabupaten Jombang. Desa ini memiliki lima dusun yang berbeda dan termasuk dalam Kecamatan Wonosalam. Pada tanggal 2 Mei 2024, para mahasiswa ini akan berangkat ke desa tersebut, ditemani oleh dua dosen pembimbing, yaitu Ir. Mu’tasim Billah M.S. dan Atika Nandini, S.T., M.S.

Kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh Kepala Desa Galengdowo, Wartomo S.Sos, beserta para Perangkat Desa lainnya. Wartomo menyatakan bahwa masyarakat desa selalu menyambut baik kehadiran mahasiswa dari UPN dalam berbagai kegiatan seperti KKN. Pada kegiatan bina desa tersebut, mahasiswa UPN melakukan sejumlah program kerja yang inovatif sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

Dalam kegiatan ini sejumlah 16 mahasiswa yang dikirimkan dan terdiri dari tiga kelompok besar yang masing-masing dari kelompok tersebut memiliki program kerja yang berbeda. Pada program kerja tersebut, mereka memanfaatkan potensi desa sebagai bahan utama dalam pelaksanaan program kerja. Potensi desa tersebut antara lain biji kopi, salak, jagung, dan susu sapi. Dari program kerja tersebut selalu dilaporkan dalam media sosial untuk dilakukan pemantauan oleh dosen pembimbing mereka.

Kegiatan bina desa tersebut dilakukan selama 1 bulan untuk melaksanakan program kerja serta ikut andil dalam event di desa tersebut. Selama sebulan ini, para mahasiswa harus mampu menyelesaikan program kerjanya dan meninggalkan kesan baik bagi citra UPN Veteran Jawa Timur serta mampu mengubah pikiran masyarakat desa untuk menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. dan mengubah nasib desamu. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Wartomo dalam sambutan pembukaannya..

Meski beberapa kali mahasiswa veteran UPN Jatim berkunjung ke Desa Galengdowo, namun nyatanya belum ada perubahan berarti di desa tersebut. Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, setiap program yang diselesaikan oleh mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur dan bakti sosial hanya berlaku dalam jangka waktu singkat. Di akhir masa bakti mahasiswa, produk program kerjanya pun ikut tertinggal.Hal ini disebabkan kurangnya perencanaan jangka panjang siswa. Dalam sosialisasi mahasiswa ini diberikan informasi pembuatan produk dari bahan daur ulang, sedangkan pemanfaatan produk hanya sebatas untuk penggunaan pribadi. Jadi hal-hal seperti inilah yang menjadi tantangan yang dihadapi semua mahasiswa pada tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *