Jessica Wongso yang Merasa Tak Bersalah, Masih Berharap Bebas Usai Divonis 20 Tahun Penjara: Okezone Celebrities

JAKARTA – Jessica Kumala Wongso Sebagai terpidana kasus kopi sianida selama 7 tahun terakhir ia masih nongkrong di hotel gratis.

Sebelumnya, Jessica divonis 20 tahun penjara pada 2016 atas kematian Wayan Mirna Salihin yang tak lain adalah sahabatnya.



Jessica dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan dengan mencampurkan sianida dalam kopi Vietnam milik Mirna. Merasa tidak bersalah, Jessica tetap berharap bisa bebas.

“Dia sebelumnya menyampaikan kepada kami sebagai tim kuasa hukumnya agar bisa segera dibebaskan,” kata tim kuasa hukum Jessica Wongso, Hidayat Bustam, saat Senin (9/10/2023).

“Yang menerima hukuman sementara itu tidak salah ya, hatinya pasti memberontak. Kalaupun memberontak, dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa meminta pertolongan,” ujarnya lagi.

Hidayat Bustom juga menyoroti besarnya dukungan masyarakat yang diterima kliennya belakangan ini.

Mengingat film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee dan Jessica Wongso yang tayang mulai 28 September 2023 seolah membuka tabir di balik kasus pembunuhan Mirna Salihina.

“Film Netflix itu film dokumenter, film yang ada dokumennya. Semua orang juga ditanya dan diwawancarai selama prosesnya,” ujarnya.

“Waktu dia ngomong (Jessica Wongso-red) dan booming, kita malah nggak tahu. Banyak yang dukung, jadi dari awal kita mengira Jessica polos,” imbuh Hidayat Bustam.

Jessica yang hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke 35, bisa merasakan momen spesial tersebut di hotel secara gratis.

Namun, ia diketahui banyak menerima kado ulang tahun dari haters yang mendukungnya. Meski demikian, Hidayat Bustam menegaskan tak ada perayaan khusus bagi kliennya di penjara.

“Tidak ada perayaan khusus, bapak tidak bisa hadir karena kurang enak badan, dan dilarang datang ke sini karena lebih ketat,” ujarnya.

Ikuti berita Okezone berita Google


(ltd)

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *