Jelang Keputusan MKMK, Denny Indrayana: Semoga Membuat Sejarah: Samudera Nasional

JAKARTA – Pakar hukum negara Denny Indrayan meminta agar putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) dapat segera dilaksanakan meskipun ada banding dari pihak yang dikenakan sanksi. Ia berharap putusan MK bersifat voorvoorbaar bij voord.




Artinya putusan tersebut dapat segera dilaksanakan, artinya dapat segera dilaksanakan pelaksanaannya, meskipun putusan tersebut belum mempunyai kekuatan tetap, kata Deny, Selasa (7/11/2023) saat dihubungi.

Denny pun berharap MKMK bisa menerima laporan yang disampaikannya, bahwa Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman yang juga merupakan paman Gibran Rakabuming Raka telah melakukan pelanggaran berat.

“Dan karena itulah dia diberhentikan dengan tidak hormat,” ujarnya.

Di sisi lain, ia berharap MKMK bisa membatalkan keputusan Anwar no. 90/PUU-XXI/2023 tentang Batasan Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Apabila MKMK tidak mengumumkan sendiri pembatalan tersebut, maka dapat memerintahkan Mahkamah Konstitusi untuk membahas kembali 90 perkara tersebut, baik secara langsung maupun mengkaji pengajuan baru dengan batas waktu 1 x 24 jam,” kata Deny.

“Itulah harapan dan prediksi saya atas putusan sore ini, semoga bisa tercatat dalam sejarah demi menjaga kehormatan tidak hanya Mahkamah Konstitusi, tapi juga supremasi hukum,” lanjutnya.

Ikuti berita Okezone berita Google


Sekadar informasi, MKMK akan menentukan nasib Ketua Hakim Anwar Usman hari ini. Anwar Usman dan hakim konstitusi lainnya diberhentikan oleh MKM karena laporan dugaan pelanggaran etik dalam putusan batas usia calon presiden dan wakil presiden.

MKMK sendiri telah merampungkan pemeriksaan terhadap sembilan hakim konstitusi Mahkamah Konstitusi atas dugaan pelanggaran etik dalam penetapan batasan usia minimal calon presiden dan wakil presiden. Selain itu, MKMK juga melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi dan 1 orang ahli.

MKMK menilai pihaknya telah mengambil kesimpulan berdasarkan hasil pemeriksaan latar belakang.

“Kita sudah mengambil kesimpulan, tinggal kita rumuskan menjadi keputusan dengan pertimbangan-pertimbangan yang mudah-mudahan bisa menjawab semua pertanyaan, jadi semua laporan itu mengandung tuduhan,” kata Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie pada Jumat, 3 November 2023.

Nantinya, kata Jimly, hasil keputusan tersebut akan menanggapi tudingan atau pesan apa pun dari pelapor. “Ada yang menyalahkan jawabannya dan apa yang akan dibicarakan dalam keputusan tersebut. Mungkin keputusannya berani. Jadi Anda tidak perlu membaca semuanya. “Putusan akan dibacakan pada Selasa pukul empat, satu jam kemudian sidang pleno Mahkamah Konstitusi akan berlangsung,” ujarnya.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *