Gus Yahya Minta Ulama NU Tak Tutup Mata Terhadap Konflik di Masyarakat: National Okezone

SITUBONDO – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengingatkan kita akan adanya konflik yang sering muncul di masyarakat karena berbagai sebab. Keadaan ini memaksa para pemuka agama, khususnya ulama dari lingkungan NU, untuk tidak menutup mata. Mereka harus merasa terpanggil untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang dapat meruntuhkan fondasi peradaban.

Ajakan tersebut dilontarkan Gus Yahya saat menyampaikan pesannya pada acara “Kick Off Halaqah Fiqh Peradaban II”. Jika halachah pertama dilaksanakan di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta pada tahun 2022, maka halachah putaran kedua akan dimulai di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Pondok pesantren ini didirikan oleh KHR As’ad Syamsul Arifin; salah satu anggota NU jam’iyyah.

BACA JUGA:

Diakui Gus Yahya, agenda Fiqih Peradaban II bermula dari kegelisahan atas munculnya sejumlah permasalahan dan konflik nasional bahkan internasional yang saat ini sedang menimpa umat manusia.

“Umat Islam harus cukup dewasa dalam menghadapi permasalahan besar yang mempunyai akar yang sangat mendasar dan berpotensi mengancam keamanan seluruh dunia,” kata Gus Yahya.

Bahkan berpotensi menimbulkan kerusakan besar yang dapat menghancurkan seluruh peradaban dunia. Kalaupun terjadi konflik di tempat terpencil, dampaknya bisa menyebar ke seluruh dunia, ujarnya.

BACA JUGA:

Gus Yahya menegaskan, yang akan dibahas dan diteliti dalam halaqah fiqh peradaban II ini bukan hanya permasalahan pembahasan undang-undang yang ada, namun lebih pada permasalahan yang akan muncul.

“Oleh karena itu, yang kita perlukan bukanlah sekedar fiqih yang menetapkan hukum-hukum saja terhadap sejumlah waqi’iyah yang ada. Bukan sekedar istinbat (kesimpulan) yang merupakan reaksi terhadap apa yang sudah atau sedang terjadi,” kata Gus Yahya.

Namun, kita membutuhkan yurisprudensi yang beradab yang dapat menemukan jalan keluar dari segala kekacauan yang terjadi, tambahnya.

Ikuti berita Okezone berita Google


Oleh karena itu Gus Yahya meminta para ulama khususnya ulama Nahdliyin untuk tidak menutup mata terhadap segala konflik yang ada dan sedang melanda saat ini. Oleh karena itu rangkaian halaqah ini kami selenggarakan agar para ulama kita mengetahuinya. Ikut serta dalam memikirkan dan mencari solusi atas banyak permasalahan yang terjadi saat ini, maka Islam harus hadir dalam menyelesaikan permasalahan di dunia ini, kata Gus Yahya penuh harap. .

Hadir pada pembukaan Halaqah Fiqh Peradaban II antara lain; Perwakilan Rais Aam PBNU, Dr. (HC). KH Afifuddin Muhajir, Pengurus Pondok Pesantren Sukorejo Salafiyah Syafi’iyah KHR Ahmad Azaim Ibrahimy. Wakil Ketua Umum PBNU H. Amin Said Husni, Sekjen PBNU H. Saifullah Yusuf, Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan Arif, Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdallah, Ketua PBNU RMI KH Hodri Ariev serta perwakilan PBNU lainnya. PBNU.

Konten di bawah ini disajikan oleh pengiklan. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam konten ini.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *