Demikianlah berbagai peluang dan bantuan BRI dalam kemajuan UKM Indonesia: Okezone Economy

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang terus mengakselerasi pertumbuhan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus meningkatkan kemampuan badan usaha tanah air melalui berbagai program pemberdayaan.

Dalam konteks ini, Direktur UKM BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan, perseroan mempunyai ambisi untuk menjadi The House Bank bagi UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di Indonesia, yang tentunya memerlukan upaya strategis.

“Karena kita tahu yang sangat dibutuhkan UMKM adalah bantuan dan edukasi. Artinya benar-benar membantu mengelola bisnis UKM mereka. “Perjalanan ini kita lakukan, bahkan sekarang di tingkat ultra mikro, naik ke mikro, naik ke kecil, menengah dan seterusnya,” kata Amam.

Untuk itu, lanjut Amam, BRI senantiasa hadir untuk membimbing para pelaku UMKM, termasuk di segmen UKM, agar dapat meningkatkan keterampilannya, tumbuh dan naik kelas. “Tentunya ini terjadi melalui upaya kita mulai dari unit, cabang, kantor wilayah, hingga kantor pusat,” ujarnya.

Beberapa program besar yang dijalankan BRI antara lain Growpreneur (Program Aktivasi Pemberdayaan dan Pendampingan UKM), BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, Rumah BUMN Pendampingan dan Pemberdayaan Wirausahawan Muda BRILian. Melayani UKM, BRI berkomitmen memberikan layanan perbankan yang cepat, mudah dan aman.

Seperti diketahui, hingga akhir September 2023, BRI berhasil mendukung penyaluran kredit tumbuh 12,53% year-on-year menjadi Rp 1.250,72 triliun. Secara khusus penyaluran kredit UMKM tercatat meningkat 11,01% dari Rp935,86 triliun pada triwulan III-2022 menjadi Rp1.038,90 triliun pada triwulan III-2023 sehingga menjadikan pangsa kredit BRI terhadap total kredit UKM menjadi 83,06%. .

Dominasi BRI yang kuat

Pengamat perbankan Paul Sutaryono juga menilai tahun ini masih sulit bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit UMKM agar memenuhi regulasi. Menurut dia, di antara bank-bank papan atas, hanya BRI yang memenuhi rasio kredit UMKM.

“Mengapa? “Karena lini bisnisnya adalah pinjaman korporasi, bukan UKM,” ujarnya baru-baru ini. Dengan begitu, pangsa pasar kredit UMKM BRI tidak akan berfluktuasi. Penyaluran kredit UMKM yang dilakukan BRI khususnya mikro menjadi penopang pertumbuhan penyaluran dana di bank pemerintah tersebut.

BRI sendiri menargetkan rasio pinjaman terhadap nilai sebesar 85% pada tahun 2024 dan optimis mampu mencapai tujuan tersebut. Sebagai bank pelat merah yang diamanahkan pemerintah untuk terus menggarap sektor UMKM, BRI saat ini memiliki beberapa program pemberdayaan UMKM antara lain BRILian Village, My Life Cluster, UMKM Link dan Pasar Rakyat Indonesia (PARI).

Keempat strategi ini mempunyai keunikannya masing-masing. Misalnya saja Desa Brilian yang merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan untuk menciptakan pola dalam pengembangan usaha dengan semangat mengoptimalkan sumber daya yang ada. Kami berharap desa sebagai percontohan dapat diulangi di tempat lain. Program ini telah berjalan sejak tahun 2020 dan lebih dari 2.000 kota aktif berpartisipasi di dalamnya. Tahun ini, bank tersebut menargetkan 1.000 desa baru lagi. Keseluruhan strategi ini kemudian didukung oleh 7.980 cabang, 666.038 agen BRILink dan lebih dari 1.000 toko Smile, serta BRImo Super Apps.


Ikuti berita Okezone berita Google


(FDA)

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *