Buruk! PGSI Sebut Ribuan Pelajar Judi Online, Jual Ponsel Orang Tuanya: Okezone Edukasi

DEMAK- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGSI) menyebutkan hampir 2.000 siswa di Demak, Jawa Tengah, terlibat dalam permainan tersebut. permainan judi online. Hal ini berdampak buruk bagi siswa. PGSI bahkan melaporkan permasalahan tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Dari hasil survei PGSI Demak Jawa Tengah yang dikutip Jumat (27/10/2023), dari 40.000 siswa SD, SMP, dan SMA, 30 persen siswa atau 12.000 anak terkena dampak permainan yang disponsori perjudian online. Dan 5 persen atau 2.000 pelajar mempunyai akses terhadap perjudian online.

BACA JUGA:

Hasil temuan PSGI ini muncul dari pendataan kegiatan yang dilakukan guru BK atau BP di beberapa sekolah di 14 kecamatan di kabupaten Demak. Ketua DPD PGSI Kabupaten Demak Noor Salim menambahkan, beberapa tindakan telah dilakukan terhadap pelajar yang terlibat perjudian online, bahkan ada yang menggunakan uang SPP untuk berjudi.

Bahkan ada pula pelajar yang menjual ponsel orang tuanya karena kecanduan judi online. Mereka melakukannya sebagai modal perjudian.

Ikuti berita Okezone berita Google


Tingginya dampak negatif perjudian online memaksa PGSI melaporkan permasalahan ini ke KPAI. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Demak Haris Wahyudi Ridwan membantah temuan PGSI.

BACA JUGA:

Ia meragukan verifikasi angka PGSI yang menyebutkan jumlah pelajar yang terlibat perjudian online mencapai 2.000 anak. Ia mengklaim siswa tidak diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *