Bullying di Sekolah dan Kampus, Indonesia Darurat Pendidikan: Okezone Edukasi

JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memasukkan peraturan pencegahan dan pemberantasan kekerasan di satuan pendidikan (PPKSP) dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang diharapkan dapat diatasi. intimidasi di universitas dan sekolah. Belakangan ini, semakin banyak terjadi kejadian perundungan dan pelecehan dalam dunia pendidikan.

Situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Jumat (29/09/2023) menyebutkan Indonesia berada dalam situasi darurat kekerasan di satuan pendidikan. Berbagai data dan survei menunjukkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi luar biasa terkait kekerasan terhadap anak. Pada tahun 2022, pengaduan mengenai perlindungan khusus anak kategori tertinggi akan disampaikan kepada KPAI.

Anak korban kejahatan seksual, anak korban kekerasan fisik dan/atau psikis, anak korban pornografi dan kejahatan komputer, totalnya sebanyak 2.133 kasus (KPAI, 2022). Dan 34,51% siswa (1 dari 3) berpotensi mengalami kekerasan seksual (Assessmen Nasional Kemendikbudristek, 2022)

Sebanyak 20% anak laki-laki dan 25,4% anak perempuan berusia 13-17 tahun mengaku pernah mengalami satu atau lebih jenis kekerasan dalam 12 bulan terakhir (SNPHAR, KPPPA, 2021). Sebanyak 26,9% siswa (1 dari 4) berpotensi mengalami hukuman fisik (Asesmen Nasional Kementerian Pendidikan dan Teknologi, 2022). Dan 36,31% siswa (1 dari 3) berpotensi mengalami perundungan (Assessmen Nasional Kemendikbudristek, 2022).

BACA JUGA:

Pengertian dan Bentuk Kekerasan

Kekerasan dapat terjadi secara fisik, verbal, non-verbal dan/atau melalui teknologi informasi dan komunikasi (termasuk online). Bullying adalah kekerasan fisik dan/atau kekerasan psikis, sebagaimana telah dijelaskan di atas, yang terjadi secara berulang-ulang akibat relasi kekuasaan yang timpang. Bullying yang dimaksud dapat berupa:

Penganiayaan;

Pengecualian;

penolakan;

Pengabaian;

Menyinggung;

Menyebarkan rumor;

Panggilan yang mengejek;

Intimidasi;

teror;

Penghinaan publik;

Pemerasan; dan/atau

Tindakan serupa lainnya.

Ikuti berita Okezone berita Google


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun dan melaksanakan aturan dan program pencegahan dan penyelesaian kekerasan di satuan pendidikan. Dan melaksanakan kebijakan pencegahan dan penanggulangan kekerasan pada satuan pendidikan yang ditunjuk oleh Kementerian dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya;

perencanaan dan pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan kekerasan di satuan pendidikan;

“Satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran tanpa kekerasan di lingkungan satuan pendidikan; pembentukan TPPK di lingkungan departemen pendidikan; memfasilitasi pelaksanaan tugas dan fungsi TPPK; bekerjasama dengan instansi atau lembaga terkait dalam pencegahan dan penyelesaian kekerasan di lingkungan satuan pendidikan,” demikian bunyi laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

BACA JUGA:

Kementerian dapat melibatkan masyarakat dalam penguatan tata kelola dalam penyusunan dan penetapan kebijakan, standar operasional prosedur, pedoman, modul dan program yang mendukung pencegahan dan pengelolaan kekerasan; mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan; melaksanakan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan; dan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan kebijakan pencegahan kekerasan dan anti kekerasan pada satuan pendidikan di tingkat nasional.

Sekolah dan kampus melakukan sosialisasi kebijakan dan program dalam rangka pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan kepada seluruh warga satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik, termasuk penyandang disabilitas; melaksanakan pembinaan karakter melalui penerapan nilai-nilai Pancasila dan mengedepankan budaya pendidikan nirkekerasan bagi seluruh warga satuan pendidikan.

Konten di bawah ini disajikan oleh pengiklan. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam konten ini.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *