Bocah Pembunuh Temannya di Garuta Didakwa dengan Berbagai Artikel: Okezone News

GARUT – Bocah yang membunuh temannya sendiri di Kabupaten Garut terancam hukuman berlapis. Pelaku pembunuhan berinisial AR (12) diancam dengan beberapa pasal, sedangkan hukuman tertingginya salah satunya adalah hukuman mati.

“Pelanggar dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3 miliar, dan/atau pidana mati, atau pidana penjara seumur hidup atau jangka waktu tertentu paling lama dua puluh tahun. ,” kata Kapolres Garut, AKBP Rohman Yonky Dilatha, saat jumpa pers di Mapolres Garut, Senin (6/11/2023).




Ancaman hukuman itu, jelas Kapolres Garut, diatur dalam Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat. 3 Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. perlindungan dan/atau § 340 KUHP § 338 KUHP.

AR disebut-sebut merencanakan pembunuhannya karena berniat membalas dendam kepada korban dengan menyiapkan pisau potong untuk rencana jahatnya.

Polisi akan tetap menyesuaikan undang-undang AR. Pasal-pasal yang diterapkan dan ancaman hukumannya sama dengan pelanggar dewasa, namun dalam pelaksanaan dan penetapannya mengacu pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Pasalnya sama, tetap sesuai KUHP dan UU Perlindungan Anak, namun persidangan terhadap anak yang melanggar hukum diatur dalam undang-undang, jadi kita laksanakan sesuai dengan aturan yang ada. peraturan. ,” dia berkata.

Dalam hal ini, polisi berkoordinasi dengan bapak-bapak Garuta. Selanjutnya AR akan diserahkan ke LPKS Banjar.

Ikuti berita Okezone berita Google


Banyak barang bukti dalam kasus ini yang disita untuk kepentingan penyidikan. Beberapa barang bukti yang disita adalah celana panjang korban, kaos oblong hitam, dan pisau pengupas sepanjang kurang lebih 10 cm.

AR merupakan pelaku tunggal pembunuhan terhadap AG (13), remaja asal Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, yang jenazahnya ditemukan membusuk di bantaran Sungai Cimanuk pada Jumat, 3 November 2023.

Dia merupakan salah satu temannya yang bermain voli bersama korban. Aksi kejinya dilakukan AR karena didorong rasa sakit hati akibat beberapa kali terkena bola di bagian wajah saat korban sedang melakukan smash.

Setelah sebelumnya menyiapkan pisau, ia mengajak korban mandi di Sungai Cimanuk. Perbuatannya dalam menghabisi nyawa korban bermula saat ia berusaha menyelamatkan Agum Gumelar dari air setelah terpeleset.

Sambil berpura-pura menolong, AR menyayat leher korban sebanyak tiga kali dan telapak tangan korban sebanyak dua kali dengan pisau tersebut. Agum Gumelar terseret arus Sungai Cimanuk setelah mendapat beberapa kali tebasan dari pelaku.

Seperti diketahui, saat pembunuhan terjadi, tidak ada saksi mata. Puas dengan perbuatannya, pelaku pulang ke rumah seolah tidak terjadi apa-apa.

Sejak saat itu, keluarga korban merasa khawatir karena Agum tak kunjung pulang setelah meminta izin bermain voli. Mereka kemudian melaporkan korban hilang ke Polsek Leuwigoong dan menyebarkan informasi remaja tersebut melalui jejaring sosial Instagram.

Dari informasi yang didapat dari akun Instagram @infoleuwigoong, panggilan harian korban adalah Jagan. Saat melaporkan korban hilang, akun media sosial menyebutkan AG bersekolah di MTS Al Yusufiyah Leuwigoong, Garut.

Jenazah AG ditemukan beberapa hari setelah pembunuhan. Kondisi jenazah ditemukan membusuk di tepian Sungai Cimanuk di kawasan Desa Babakan Serang, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *