Apa perbedaan antara Yahudi dan Zionis? Baca penjelasan selengkapnya: Okezone Nasional

JAKARTA-Perbedaan Yahudi dan Zionis akan dibahas selengkapnya dalam artikel ini. Banyak pihak yang salah mengartikan istilah Yahudi dan Zionis sehingga menjadikan mereka musuh bersama. Ada baiknya jika kita memahami terlebih dahulu perbedaan antara Yahudi dan Zionis.




Okezone.com pada Jumat (20/10/2023) merangkum perbedaan kedua istilah tersebut seperti dilansir berbagai sumber.

Agama Yahudi sudah ada sebelum agama Kristen. Orang Yahudi juga disebutkan dalam kitab suci umat Islam, Alquran. Namun, Yudaisme sebagai sebuah konsep tidak terbatas pada agama. Yudaisme juga mengacu pada nasionalisme dan kesukuan.

Di belahan dunia lain, seperti Inggris, orang Yahudi menolak segala bentuk Islamofobia Partai Konservatif. Hal ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas. Namun, kaum Yahudi juga mengalami diskriminasi di Partai Buruh berupa anti-Semitisme.

Sedangkan Zionis adalah gerakan politik di kalangan Yahudi yang didirikan pada tahun 1897. Pendiri gerakan politik ini adalah jurnalis Yahudi Theodor Herzl.

Saat itu orang-orang Yahudi tersebar di seluruh Eropa. Tidak ada tanah atau negara yang menghubungkan mereka. Yang mereka miliki hanyalah identitas darah Yahudi, yang ingin disatukan oleh Herzl menjadi satu kesatuan geografis, sebuah negara di mana orang-orang Yahudi akan tinggal.

Ketika Herzl pertama kali mengajukan gagasan ini, para pemimpin agama Yahudi tidak sepenuhnya menerimanya. Beberapa tokoh penting seperti Martin Buber, Karl Popper, Hermann Cohen atau Judah L. Magnes menolak keras gagasan Herzl. Pasalnya, gagasan tersebut sia-sia dan tidak sejalan dengan visi agama Yahudi yang seharusnya menyebar ke seluruh dunia.

Meskipun ada perlawanan, gerakan Zionis mereka akhirnya berhasil mendirikan negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948. Masalahnya, tanah yang mereka ambil sebagai negara adalah milik rakyat Palestina. Perang Besar tidak bisa dihindari.

Ikuti berita Okezone berita Google


Dari sinilah sebuah kisah terkenal lahir. Bahwa orang Yahudi belum tentu Zionis. Tidak semua orang Yahudi mendukung invasi untuk mendirikan negara Israel.

Jadi Zionisme sendiri bisa diartikan sebagai gerakan untuk mengembalikan kehadiran Yahudi sebagai negara merdeka. Zionis berasal dari “Zion” yang merupakan istilah Ibrani dan mengacu pada Yerusalem.

Dengan demikian, Zionis bisa dikatakan adalah orang atau kelompok yang memperjuangkan negara Yahudi yang merdeka. Namun, saat ini kata “Zionis” sering digunakan sebagai makian terhadap Israel. Kebanyakan netizen menggunakan kata ini untuk mengecam tindakan Israel di Palestina.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa Yahudi dan Zionis saling berkaitan namun tidak sama. Yudaisme merupakan salah satu sekte agama yang sudah ada di dunia sejak lama. Sedangkan Zionis adalah kelompok yang memperjuangkan terbentuknya negara Yahudi yang merdeka. Seluruh komunitas Yahudi tidak tinggal di Israel.

Namun tidak semua penduduk Israel beragama Yahudi, karena ada juga warga Israel yang menganut agama lain. Lagi pula, tidak semua orang Yahudi di Israel ingin menjadi pejuang untuk menaklukkan lebih banyak wilayah di Palestina. Oleh karena itu, cukuplah untuk membuktikan bahwa Yahudi dan Zionis memiliki perbedaan masing-masing dan tidak dapat disamakan.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *