7 Fakta Menarik Salamander Raksasa, Amfibi Terbesar di Bumi: Okezone Travel

kadal air Raksasa yang hidup di Tiongkok ini merupakan amfibi terbesar yang masih hidup di dunia. Panjang tubuhnya mencapai 2 meter. Salamander adalah hewan purba yang hidup bersama dinosaurus pada periode Jurassic.

Keberadaan salamander kini terancam punah karena banyak diburu untuk dijadikan makanan sehingga perlu dilindungi dan dilindungi.

Ada beberapa jenis salamander, namun yang terbesar adalah salamander raksasa yang berasal dari China.

Kadal air memiliki tubuh yang ramping, ekor yang panjang, dan kulit yang lembab dan halus. Mereka tersebar di berbagai wilayah termasuk Amerika Utara, Eropa, Asia dan Amerika Tengah dengan spesies berbeda dan habitat berbeda seperti hutan, kolam, sungai dan gua.

BACA JUGA:

Kabar dari berbagai sumber, berikut 7 fakta salamander raksasa.

1. Amfibi dari kelompok Urodela

Salamander merupakan anggota ordo Caudata yang mempunyai 3 jenis spesies yaitu salamander Cina, salamander Jepang, dan pengendali neraka Amerika.

Amfibi urodela ini juga memiliki bobot tubuh yang relatif besar yaitu 60 kg dan masih hidup hingga saat ini. Faktanya, ada sekitar 600 spesies salamander berbeda yang tersebar di seluruh dunia, seperti salamander merah, salamander punggung belang, dan axolotl dengan kemampuan bertahan hidup dalam bentuk larva.

ilustrasi

Salamander raksasa

2. Proses reproduksi

Kadal air memiliki berbagai cara untuk berkembang biak, termasuk bertelur dan melahirkan. Hewan raksasa ini bertelur di dalam air dan kemudian melahirkan bayi salamander yang berkembang di dalam tubuh induknya.

3. Bernapaslah melalui kulit

Amfibi jenis ini menggunakan kulitnya untuk bertukar gas dan menghirup oksigen karena jenis kulitnya lembab, sehingga salamander dapat bernapas selain menggunakan paru-parunya.

BACA JUGA:

Mereka juga sebenarnya tidak memiliki insang meski hidup di air, meski ada spesies salamander lain yang hidup di darat.

4. Kemampuan beregenerasi

Dengan panjang tubuh kurang lebih 1,8 meter, monster berekor ini mampu bertahan hidup dan memperbaiki bagian tubuh yang hilang, termasuk kaki, ekor, bahkan beberapa organ dalam. Oleh karena itu, kemampuan salamander ini menjadi bahan penelitian intensif.

5. Habitat hidup

Kadal air dapat ditemukan di hutan, rawa, dan sungai yang airnya bersih. Selain itu, terdapat juga beberapa spesies kadal air yang hidup di darat maupun di air.

Namun spesies ini terancam punah karena hilangnya ekosistem aslinya akibat aktivitas manusia yaitu perburuan liar, pencemaran air, dan penyebaran penyakit seperti chytridiomycosis.

Ikuti berita Okezone berita Google


6. Peka terhadap lingkungan

Kadal air merupakan hewan karnivora yang memakan serangga, cacing, invertebrata kecil dan lain-lain sebagai sumber makanannya.

Mereka berperan penting dalam ekosistem sebagai predator dan mangsa, bahkan sebagai tolak ukur kesehatan lingkungan karena sensitif terhadap perubahan lingkungan. Hal ini membuatnya berguna untuk mempelajari dampak polusi dan degradasi habitat.

ilustrasi

7. Hewan meniru dan mengalami metamorfosis

Selain mengeluarkan suara seperti tangisan bayi, salamander juga mengalami fase metamorfosis, atau proses perkembangan biologis yang melibatkan perubahan bentuk dan struktur tubuh suatu organisme selama siklus hidupnya.

Mereka diketahui dapat berubah bentuk seperti katak dan kodok. Selain itu, mereka juga bersifat mimikri, yaitu meniru ular berbisa untuk menghalangi predator.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *