5 Fakta Seorang Ibu di Gunungkidul yang Bunuh Anak Keempatnya Saat Lahir Karena Takut Miskin: Okezone News

GUNNGKIDUL – saya (39), ibu Rumah tangga asal Dusun Tambakrejo, Desa Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul ini berhasil ditangkap polisi.




Sang ibu adalah pelakunya pembunuhan kepada anak keempatnya ketika ia baru lahir, karena ia takut akan kemiskinan.

Zona Samudera Rangkum 5 Fakta Ibu-Ibu di Gunungkidul yang Bunuh Anaknya. Berikut ulasannya:

1. Seorang ibu membuang jenazah anaknya di depan bengkel

Ternyata sayalah pelaku pembuangan seorang anak yang jasadnya ditemukan di depan bengkel warga sekitar dalam keadaan sudah meninggal dan mengeluarkan bau busuk.

2. Adanya rumor yang menyebutkan bahwa korbannya adalah hasil hubungan terlarang dengan pria lain

Beredar kabar, anak tersebut merupakan hasil perselingkuhannya dengan pria yang bukan suaminya. Namun polisi belum bisa menyimpulkan alasan wanita tersebut melakukan tindakan kejam terhadap anaknya.

3. Polisi mengungkap pelaku membunuh anaknya karena masalah ekonomi

Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, pelaku tega membunuh anaknya yang baru lahir karena alasan ekonomi. Pelaku mengaku sudah memiliki 3 orang anak sehingga takut anak keempatnya terlantar.

Namun alasan pelaku melakukan perbuatan keji tersebut karena alasan ekonomi, ujarnya, Selasa (11/7/2023).

Ikuti berita Okezone berita Google


4. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara

§ 80 par akan berlaku untuk pelanggar. (3) UU No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 341 KUHP, pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3 miliar.

5. Kronologis ditemukannya korban

Kapolres menambahkan, bayi malang itu ditemukan membusuk pada Jumat, 4 Agustus 2023 oleh dua orang warga yang sedang bersiap melaksanakan salat Jumat. Mereka mencium bau yang tidak sedap dan setelah ditelusuri, ternyata berasal dari kantong plastik di dalam kotak karton.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke polisi. Setelah polisi sektor Semanu mendapat laporan dari warga bahwa ditemukan mayat seorang anak di kawasan Tambakrejo, Semanu, Semanu, anggota patroli Polsek Semanu bersama anggota Reskrim Polsek Semanu melakukan sidak di lokasi kejadian. .

Dan pada 10 Oktober 2023, Bareskrim Polsek Seman dan penyidik ​​pembantu mengeluarkan surat perintah penyidikan. Pihaknya kemudian mendapatkan petunjuk siapa pelakunya dan menduga mereka adalah sepasang suami istri.

“Kami langsung memanggil para suami yang diduga pelaku,” jelasnya.

Pada 24 Oktober 2023, penyidik ​​Reskrim Polsek Seman mengeluarkan surat panggilan pertama terhadap pasangan yang diduga sebagai pelaku pembuangan anak tersebut. Tujuan pemanggilan tersebut adalah untuk melakukan pemeriksaan awal sebagai saksi dan pihak juga mengambil sampel DNA.

“Pada tanggal 31 Oktober 2023, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Seman atas tekanan keluarga besarnya,” jelasnya.

Pelaku mengakui kepada polisi segala perbuatannya membunuh bayi laki-laki tersebut saat baru lahir. Pelaku pun melemparkan bayi tersebut di depan bengkel dekat rumahnya.

Dari hasil pemeriksaan diperoleh informasi bahwa pelaku berusaha membunuh bayi tersebut dengan menutup mulutnya dan membungkusnya dengan handuk. Bayi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik dan kemudian dimasukkan ke dalam kardus yang terletak di atas lemari pelaku.

Sehari kemudian, jenazah bayi tersebut dibuang di depan bengkel tetangga, hingga akhirnya ditemukan warga. Pelaku mengaku melahirkan seorang diri di dapur rumahnya tanpa bantuan orang lain.

“Kami masih mendalami apa sebenarnya penyebab pelaku tega membunuh anaknya. Kalau mengaku, karena alasan ekonomi,” imbuhnya.

Pasalnya pelaku memiliki 3 orang anak dengan suaminya. Pelaku takut anak keempatnya terlantar. Soal laporan anak yang dibunuh itu hasil hubungan terlarang, Edy mengaku masih melakukan penyelidikan.

Quoted From Many Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *